Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Semoga Th Ini Komisi X DPR Sarankan Guru Honorer Senior Yang Mengabdi Lebih Dari 10 Tahun Diangkat Jadi PNS, Selengkapnya

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyarankan agar guru honorer yang telah mengabdi di atas 10 tahun dan tidak lolos seleksi ASN dapat segera diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga kependidikan, untuk kemudian dipertimbangkan pengangkatannya sebagai PNS.


Baca Juga Intip Alur pendaftaran CPNS di situs resmi portal sscasn.bkn.go.id 2021

Info Lowongan Kerja Non PNS Kejaksaan Negeri Minimal SMA/ SMK Sederajat Juni 2021

Hal ini disampaikan Hetifah dalam Rapat dengan Pendapat Umum (RDPU) dengan beberapa pimpinan universitas terkait masukan dan evaluasi proses pengangkatan guru dan tenaga kependidikan honorer menjadi ASN di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Cara Cek Nama Guru Yang Mengikuti Proses Seleksi PPPK 2021 DISINI

CEK Jumlah Formasi dan Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK Non-guru 2021

“Selanjutnya (setelah diangkat PPPK), sebaiknya diadakan mekanisme lanjutan agar mereka dapat diangkat menjadi PNS. Dalam masa tersebut, tentunya juga harus ada pendampingan dan pelatihan intensif agar para guru PPPK tersebut dapat meningkatkan kapasitasnya sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi guru PNS,” kata Hetifah.

Cek Daftar Nama Guru Honorer Yang Terdaftar di Dashboard GTK Seluruh Indonesia

Wakil Ketua Umum Partai Golkar bidang Kesra ini menyarankan, guru-guru senior yang belum lulus seleksi menjadi guru PNS dapat dipertimbangkan untuk diangkat menjadi tenaga kependidikan PNS

Info Lowongan CPNS & PPPK Pemerintah Provinsi Lampung 2021 Sejumlah 429 Formasi

Info Lowongan CASN [ CPNS dan PPPK Total 11.648 Formasi Pemprov Jawa Tengah 2021.

“Hal ini sebagai bentuk penghargaan akan pengabdian mereka selama bertahun-tahun. Kualifikasi yang perlu dimiliki oleh tenaga kependidikan mungkin tidak sekompleks guru, dan hal itu bisa diajarkan melalui adanya pelatihan-pelatihan,” terangnya.

Dalam RDPU tersebut, turut hadir Rektor Universitas Negeri Padang Ganefri, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sumaryanto, Rektor Universitas negeri Manado Deitje A. Katuuk, serta Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha Bali Gede Adi Yuniarta.

Para rektor ini mengungkapkan beberapa permasalahan yang selama ini terjadi terkait guru honorer, antara lain gaji yang rendah, kurangnya penghargaan, serta tidak adanya kesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan layaknya guru PNS, sehingga perlu diatur dalam sebuah regulasi. Perekrutan guru dan tenaga kependidikan perlu memperhatikan 3 aspek, tidak hanya penalaran atau kognitif, psikomotor, dan afektif, termasuk juga karakter.

Kemudian, ada juga usulan untuk memberikan rekognisi purnabakti dini terhadap guru dan tenaga kependidikan honorer, mengingat banyaknya guru honorer yang lama tak kunjung diangkat dan sudah memasuki usia pensiun. Sumber : nasional.sindonews.com